Rabu, 04 Februari 2015

Keanehan Tulisan ASMAUL HUSNA Pasca Banjir

Bismillahirrahmaanirrahiin.
Ini pengalaman pribadi yang terjadi di rumah beberapa tahun yang lalu, awal Februari 2007. Waktu itu banjir datang. Awalnya aku dan keluarga senang, karna air banjir yang masuk hanya semata kaki dan airnya bening. "Alhamdulillah..."

Tapi beberapa jam kemudian, airnya berubah menjadi berwarna coklat dan kemudian naik hingga lebih dari 1 meter. Yang aku ingat saat itu hujan tidak terlalu deras. Entah air ini datangnya dari mana. Lalu kami bergegas mengungsi karna kebetulan pada saat itu rumah orangtuaku ini hanya satu lantai. Alhamdulillah ada rumah tingkat yang kosong di dekat rumah. Aku, keluargaku, dan tetangga lain juga mengungsi disana.

Banjir menggenang sekitar tiga hari. Alhamdulillah, di hari keempat, banjir sudah benar-benar surut. Perumahan yang sebelumnya kering dan bersih ini berubah menjadi lembab, dingin, bau, dan kotor. Saat masuk rumah, berbeda sekali rasanya. Kami lalu membersihkan bagian-bagian rumah perlahan lahan karena pada saat itu keadaan rumah juga gelap.

Aku masuk ke kamar tidur. Kamar ini cukup terang karena ada jendela cukup besar yang menghadap ke luar rumah. Aku ingin melepas tempelan kertas Asmaul Husna yang aku tempel di dinding. Asmaul Husna itu dulu diketik oleh aku dan kakakku di dua lembar kertas A4. Tulisan "Asmaul Husna" kami buat berwarna, sementara isinya kami buat berwarna hitam

Aku sedikit terkejut melihat beberapa keanehan pada kertas ini, kertasnya tidak sobek karena terendam air. Masih tetap tertempel rapi. Tulisan "Asmaul Husna" dengan tinta warna sedikit agak memudar. Tapi isi Asmaul Husna yang aku buat per-nomor tidak luntur sama sekali. Terpikir dibenakku, mengapa tulisan bagian atas yang tidak terkena air malah luntur, padahal yang bawahnya (yang terendam air) baik-baik saja.

Yang membuatku semakin tercengang, ada tulisan kecil seperti menggunakan pensil yang tertulis dengan sendirinya. Tulisan itu seakan mengapung naik dan tidak ingin terkena oleh air banjir yang kotor. Aku merinding, entah bagaimana Asmaul Husna yang bagian bawah bisa tertulis ulang persis diatas batas air yang menggenang. Tidak mungkin ada seorangpun yang menulis itu pada saat banjir karena rumahku kosong. Walaupun hanya tulisan yang diketik bahkan tidak dengan huruf Arab, ALLAH tetap menjaganya. Subhanallah...

Silahkan lihat dan perhatikan foto ini ya. Tanpa ada edit dan rekayasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar